Oleh: designgrafis | 4 Januari 2008

Desain Grafis adalah …

adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan teks dan atau gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan. Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan termasuk tipografi, pengolahan gambar, dan page layout. Desainer grafis menata tampilan huruf dan ruang komposisi untuk menciptakan sebuah rancangan yang efektif dan komunikatif. Desain grafis melingkupi segala bidang yang membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada komunikan seefektif mungkin.

Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis komunikasi lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan (mendesain) atau pun produk yang dihasilkan (desain/rancangan). Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik – yang sering kali disebut sebagai “desain interaktif” (interactive design), atau “desain multimedia” (multimedia design’)

Prinsip dan unsur desain

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (“proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

Peralatan desain grafis

Macbook Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah akal, mata, tangan, alat-alat tradisional (seperti pensil atau tinta), dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual. Bagaimanapun, alat yang paling penting dan paling diperlukan dalam desain adalah akal. Pikiran yang kritis, observasional, kuantitif, dan analitik juga dibutuhkan untuk merancang dan merealisasikan ide tersebut. Pikiran yang kritis, observasional, kuantitatif dan analitik juga diperlukan untuk mengkomposisi sebuah desain.

Apabila sang pendesain hanya mengikuti sketsa, naskah atau instruksi (yang mungkin disediakan oleh sutradara kreatif) maka tidak bisa disebut sebagai desainer. Mata dan tangan sering dibantu dengan penggunaan alat tradisional atau fitur edit gambar digital. Pemilihan cara mengungkapkan ide yang tepat juga merupakan ketrampilan kunci dalam karya desain grafis, dan merupakan faktor penentu dalam perwujudan visualnya.

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang (desainer) untuk melihat efek dari layout atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Pada umumnya komputer dianggap sebagai alat yang sangat diperlukan dalam industri desain grafis. Komputer dan aplikasi perangkat lunak umumnya dipandang, oleh para profesional kreatif, sebagai alat produksi yang lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan metode tradisional. Akan tetapi, beberapa perancang grafis melanjutkan penggunaan alat manual dan tradisional dalam berkarya, seperti misalnya Milton Glaser

Ada perdebatan mengenai apakah komputer meningkatkan proses kreatif dalam desain grafis. Produksi yang cepat dari komputer memungkinkan para perancang grafis untuk mengeksplorasi banyak ide secara cepat dan lebih detail dari yang bisa dicapai dengan kerja goresan tangan atau potong-tempel pada kertas. Akan tetapi, dihadapkan pada pilihan yang tak terbatas semacam ini kadangkala tidak menghasilkan solusi desain yang terbaik dan kadang hanya membuat berputar-putar tanpa hasil yang jelas

Ide-ide baru seringkali datang dengan uji coba pada alat dan metode, baik itu media tradisional maupun digital. Beberapa perancang grafis profesional mengeksplorasi ide menggunakan pensil di atas kertas untuk menghindari keterbatasan komputer, memungkinkan mereka berpikir di luar kotak. Beberapa ide kreatif dari desain grafis diawali serta dikembangkan bahkan sampai mendekati hasil akhir dalam pikiran, sebelum diterapkan baik dengan metode tradisional maupun komputer. Ada juga yang pembentukan visualisasi terbantu dengan penggunaan komputer dengan kemampuan pembuatan gambar yang kompleks dan cepat.

Seorang perancang grafis bisa juga menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat tanpa pecah konsentrasi karena masalah teknis dari perangkat lunak komputer. “Comp” ( istilah dalam desain grafis yang merujuk pada rancangan awal untuk diajukan pada klien, kependekan dari comprehensive layout), buatan tangan seringkali dipakai untuk mendapatkan persetujuan dari sebuah ide desain grafis. Sketsa yang berupa thumbnail atau coretan-coretan rancangan kasar pada kertas bisa juga digunakan untuk menghasilkan ide dalam sebuah proses hybrida (gabungan antara penggunaan komputer dan goresan tangan). Proses hybrida semacam ini khususnya berguna pada pembuatan desain logo di mana masalah teknis dari perangkat lunak seringkali memecahkan konsentrasi. Proses hybrida juga dipakai untuk membebaskan kreativitas seseorang dalam pembuatan layout halaman atau pengembangan image. Seorang perancang grafis tradisional bisa juga mempekerjakan seniman produksi (production artist) yang mahir menggunakan komputer untuk mewujudkan ide dari sketsa yang dibuatnya.

Gambar vektor

Siscott10 merupakan gambar digital yang berbasiskan persamaan matematis. Gambar vektor umumnya berukuran lebih kecil bila dibandingkan dengan gambar bitmap. Beberapa format gambar vektor di antaranya: SVG, EPS, dan CDR .Gambar Vektor menggabungkan titik-titik garis untuk menjadi sebuah objek, sehingga gambar tidak menjadi pecah biarpun diperbesar atau diperkecil, tidak seperti gambar Bitmap.

Program-program :

  • Cenon
  • Dia
  • GYVE
  • ImPress
  • Inkscape
  • Karbon14
  • NodeBox
  • OpenOffice.org Draw
  • Skencil — (Sketch)
  • Sodipodi
  • Synfig
  • Tgif
  • Xara Xtreme for Linux
  • Xfig
  • ACD Canvas — (Deneba Canvas)
  • Adobe Illustrator
  • Artworks
  • CorelDRAW
  • ConceptDraw
  • DrawWell
  • EazyDraw
  • Elgorithms MagicTracer
  • iDraw
  • iGrafx Designer
  • Intaglio
  • Jasc WebDraw
  • Jfig
  • Kai Power Tools
  • Macromedia FreeHand
  • Metafile Companion
  • Microsoft Expression Graphic Designer
  • Microsoft Expression Interactive Designer
  • Mayura Draw
  • OmniGraffle
  • Paint Shop Pro
  • Real-DRAW
  • Satori Paint
  • Serif DrawPlus
  • SignBlazer
  • Stone Software Create
  • Vector Effects
  • WinFIG — Windows port of Xfig
  • Xara Xtreme
  • Zoner Draw

Grafis

yang berasal dari bahasa Inggris graphic, adalah presentasi visual pada sebuah permukaan seperti dinding, kanvas, layar komputer, kertas, atau batu bertujuan untuk memberi tanda, informasi, ilustrasi, atau untuk hiburan. Contohnya adalah: foto, gambar/drawing, Line Art, grafik, diagram, tipografi, angka, simbol, desain geometris, peta, gambar teknik, dan lain-lain. Seringkali dalam bentuk kombinasi teks, ilustrasi, dan warna.

Dalam bahasa Indonesia, kata “grafis” sering dikaitkan dengan seni grafis (printmaking) dan desain grafis atau desain komunikasi visual.

dari http://www.isengiseng.co.nr/

Oleh: designgrafis | 6 Desember 2007

Visual Perseption ( According Gestalt Theory )

Main duty of a graphic designer is creating a visual entity easily comprehended by viewers. Understanding of visual perception principle is the key to comprehend tendency of our eye in seeing a visual pattern.

The following illustration is an example of our eye’s natural tendency in seeing a visual pattern

1. SIMILARITY

The same object will be seen concurrently as a group. This matter can be determined by the form, colour, direction and size.

Tendency : our eye will group the oblique box instead of seeing the add / crossed sign

2. CONTINUITATION

Visual Settlement which can drive the eye’s movements following to a certain direction

Tendency : Our eye’s movements will follow to the right

3. PROXIMITY

A union or group formed caused by its correlation among nearby elements.

Tendency : Our sight will firstly aim at objects in group rather then the spread ones.

4. CLOSURE

Closed form or joint is seen more stable

Tendency : Unconsciously our eye will try to joint the part of the “broken” circle.

Oleh: designgrafis | 6 Desember 2007

How to Create Good Logo

Oleh: designgrafis | 6 Desember 2007

Selected Best Ads from AdsBeliever


Advertising Agency: Y&R Asia, Singapore
Chief Creative Officer: Rowan Chanen
Executive Creative Director: Rowan Chanen
Art Director: Somjai Satjatham
Copywriter: Justin White
Photographer: Teo Chai Guan
Illustrator: Evan Lim


Advertising Agency: Ogilvy & Mather, Makati City, Philippines
Executive Creative Director: Gavin Simpson
Art Directors: Lito Gemora, Mike Sicam
Copywriters: Gavin Simpson, Pia Roxas


Advertising Agency: The Furnace, Sydney, Australia
Executive Creative Director: Jay Furby
Copywriters: Jay Furby, Luke Duggan
Art Director: Luke Duggan
Photographer: Toby Burrows

Get more find AdsBeliever

Oleh: designgrafis | 6 Desember 2007

No to Playboy


To me, its a very brilliant execution. It purposed to fight against playboy influence, they re-touched playboy’s logo and similary shaped as Lam Alif in Arabic letters, and it would read as Laa or NO in English. They simply just wanna say NO TO PLAYBOY. Well, I have to say it once more … BRILLIANT.

Oleh: designgrafis | 6 Desember 2007

Illegal Logging Ads



Illeggal Logging hurts all living creature :( doesnt it? adblogarabia

Oleh: designgrafis | 6 Desember 2007

Cara Download Video Dari YouTube

Garadae liat-liat video musik di YouTube, gue penasaran gimana cara nge-save-nya. Karena file video di YouTube tersebut berformat Macromedia .flv (alias streamming video). Ternyata caranya mudah saja, dan cukup banyak seiring dengan berjalannya waktu (walau banyak cara lain, cara yang ini works for me):

BTW: Mungkin basi, mungkin berguna. Model YouTube versi Indonesia bisa dicoba di  http://www.guebanget.com

CARA SUSAH (butuh effort) 

 

CARA 1: (update Jul, 2007)

  1. Kunjungi Situs KeepVid (http://www.keepvid.com)
  2. Copy URL dari video YouTube yang akan Anda download.

    Image

  3. Paste URL yang Anda copy dari Youtube ke kolom URL di Keepvid.

    Image

  4. Pilih opsi YouTube sebagai pilihan (situs ini juga bisa mendownload dari server lain).  Jangan lupa untuk meng-klik icon download untuk menghasilkan links..

    Image

  5. Situs Keepvid akan memberikan links untuk download video yang Anda inginkan dengan meng-klik (klik kanan (save as)) DOWNLOAD LINK

    Image

  6. Ketika ada opsi SAVE AS, ketikkan nama file yang diinginkan, dan berikan ekstensi file .flv (biasanya kalau di klik server akan memberi nama get_video.php, jadi Anda harus mengganti nama file-nya) e.q. get_video.php menjadi video.flv
  7. Download video tersebut.

Untuk memutar dan menkonversikannya, silahkan kunjungi situs Riva FLV Encoder atau download versi FREE-nya disini Anda dapat mengkonversikannya ke versi .MPG atau .AVI langsung dengan mengisi nama file asal, dan mengganti nama file tujuan dengan ekstensi .MPG atau .AVI (kalau hanya untuk diputar ulang, nggak perlu repot-repot diconvert ke format lain, cukup di putar di internal player Riva FLV Player)

CARA 2: (Versi awal tulisan ini yang masih bekerja sampai sekarang (Jul 2007)).

  1. Kunjungi situs Video Downloader
  2. Copy dan Paste URL dari video YouTube yang akan Anda download.
  3. Pilih opsi YouTube sebagai pilihan (situs ini juga bisa mendownload dari server lain).
  4. Klik DOWNLOAD
  5. Situs Video Downloader akan memberikan links untuk download video yang Anda inginkan dengan meng-klik icon DOWNLOAD LINK
  6. Ketika ada opsi SAVE AS, ketikkan nama file yang diinginkan, dan berikan ekstensi file .flv (biasanya kalau di klik server akan memberi nama get_video.php, jadi Anda harus mengganti nama file-nya).
  7. Download video tersebut.

Untuk memutarnya, Anda dapat menggunakan FLV Player yang dapat didownload disini.

Anda juga dapat mengkonversikan video tersebut ke format lain seperti MP4 atau .3GP agar dapat dimuat di Smartphone Anda dengan Replay Converter yang dapat didownload di tempat yang sama.

CARA 3: (disadur dari komentar yang merujuk ke http://ai23.wordpress.com/2007/01/15/download-youtube-ke-komputer )

  1. Kunjungi situs http://vixy.net
  2. Masukkan URL video dari YouTube yang ingin Anda convert.
  3. Pilih opsi hasil keluaran (output) AVI, MOV, MP4, dll
  4. Klik Start, dan tunggu sampai berhasil di convert
  5. Done

 

CARA 4: (Kalau Anda pengguna Mozilla Firefox, mungkin ini paling mudah)

  1. Install add-ons Get Video (video downloader) untuk Firefox.
  2. Kunjungi situs Youtube atau Google Video.
  3. Download langsung dari Firefox (klik icon save di kanan bawah browser).
  4. Gw sendiri kadang berhasil kadang enggak pake cara ini. <g>

CARA 5:

  1. Kunjungi situs http://ytde.com/
  2. Ketikkan URL video yang ingin Anda download dalam kolom yang disediakan.
  3. Save file tersebut.
  4. Putar dengan Free FLV Player

CARA GAMPANG (butuh duit)

Pake TubeHunter

Cara gampangnya salah satunya yo pake software pendownload yang juga sekaligus pengkonversi. Salah satunya adalah TubeHunter. Demo softwarenya bisa di download disini. Tinggal install dan klik!

 

Pake 1-Click YouTube Downloader (freeware)

Yang ini terus terang gw belon coba, tapi gw list disini sebagai alternatif. Silahkan download softwarenya disini.


Puasss? … Puasss?? (gaya Tukul)

(just kidding yee?)

Oleh: designgrafis | 25 November 2007

mengartikan sebuah logo

mengartikan sebuah logo

Naskah adalah hasil kontribusi dari audience, isi di luar tanggung jawab komvis.com

Elemen Estetis Pembentuk Logo

Sebagai bagian dari perencanaan corporate identity design, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan.

Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi identitas yang membedakan sebuah sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa yang biasa berupa dwi matra (dua dimensi) atau tri matra (tiga dimensi). Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen-elemen senirupa dasar yang membentuknya seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll. Seperti yang dikemukakan oleh John Murphy :

The successful designer of trademarks and logos needs to have basic intellectual and draftsmanship skills in addition to a sensitivity to the aesthetic elements of design.

Yang berarti, seorang perancang logo dan cap dagang yang sukses, perlu memiliki kepandaian dasar dan keterampilan dalam menggambar dalam hubungannya dengan kepekaan terhadap elemen estetika disain.

Pada bagian ini kami menyajikan secara ringkas elemen-elemen pembentuk logo, antara lain sebagai berikut :
1. GARIS
2. BENTUK
3. WARNA
4. TIPOGRAFI

1. GARIS
Pengertian garis menurut Leksikon Grafika adalah benda dua dimensi tipis memanjang. Sedangkan Lillian Gareth mendefinisikan garis sebagai sekumpulan titik yang bila dideretkan maka dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis.
Terbentuknya garis merupakan gerakan dari suatu titik yang membekaskan jejaknya sehingga terbentuk suatu goresan. Untuk menimbulkan bekas, biasa mempergunakan pensil, pena, kuas dan lain-lain. Bagi senirupa garis memiliki fungsi yang fundamental, sehingga diibaratkan jantungnya senirupa. Garis sering pula disebut dengan kontur, sebuah kata yang samar dan jarang dipergunakan.
Pentingnya garis sebagai elemen senirupa, sudah terlihat sejak dahulu kala. Nenek moyang manusia jaman dulu, menggunakan garis ini sebagai media ekspresi senirupa di gua-gua. Mereka menggunakan garis ini untuk membentuk obyek-obyek ritual mereka. Sebagai contoh adalah lukisan di dinding gua Lascaux di Prancis, Leang-leang di Sulawesi, Altamira di Spanyol dan masih banyak lainnya. Selain berupa lukisan, nenek moyang manusia juga menggunakan garis sebagai media komunikasi, seperti huruf paku peninggalan bangsa Phoenicia (abad 12 – 10 SM) yang berupa goresan-goresan.Disamping potensi garis sebagai pembentuk kontur, garis merupakan elemen untuk mengungkapkan gerak dan bentuk. Baik bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi.
Suasana dalam garis
Dalam hubungannya sebagai elemen senirupa, garis memiliki kemampuan untuk mengungkapkan suasana. Suasana yang tercipta dari sebuah garis terjadi karena proses stimulasi dari bentuk-bentuk sederhana yang sering kita lihat di sekitar kita, yang terwakili dari bentuk garis tersebut. Sebagai contoh adalah bila kita melihat garis berbentuk ‘S’, atau yang sering disebut ‘line of beauty’ maka kita akan merasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Perasaan ini terjadi karena ingatan kita mengasosiasikannya dengan bentuk-bentuk yang dominan dengan bentuk lengkung seperti penari atau gerak ombak di laut.
Beberapa jenis garis beserta suasana yang ditimbulkannya seperti, garis lurus mengesankan kekuatan, arah dan perlawanan. Garis lengkung mengesankan keanggunan, gerakan, pertumbuhan. Berikut kami saijkan beberapa jenis garis beserta asosiasi yang ditimbulkannya :
� Horizontal : Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak   bergerak.
� Vertikal : Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.
� Diagional : Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika.
� Lengkung S : Grace, keanggunan.
� Zig-zag : Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat.
� Bending up right : Sedih, lesu atau kedukaan.
� Diminishing Perspective : Adanya jarak, kejauhan, kerinduan dan sebagainya.
� Concentric Arcs : Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb.
� Pyramide : Stabil, megah, kuat atau kekuatan yang masif.
� Conflicting Diagonal : Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan.
� Spiral : Kelahiran atau generative forces.
� Rhytmic horizontals : Malas, ketenangan yang menyenangkan.
� Upward Swirls : Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh.
� Upward Spray : Pertumbuhan, spontanitas, idealisme.
� Inverted Perspective : Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.
� Water Fall : Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat.
� Rounded Archs : Lengkung bulat mengesankan kekokohan.
� Rhytmic Curves : Lemah gemulai, keriangan.
� Gothic Archs : Kepercayaan dan religius.
� Radiation Lines : Pemusatan, peletupan atau letusan.
Lebih jauh lagi, garis sesuai fungsinya yang khas, yang mampu membentuk symbol yang memiliki pengertian khusus, sangat menunjang penggunaannya sebagai elemen symbol. Penggunaan garis sebegai elemen symbol, pertama kali diperkenalkan oleh Otto Neurath (1882 – 1945) seorang pengajar dan ilmuwan sosial, yang menamakan symbol tersebut sebagai Isotype. Kemudian bahasa Isotype ini berkembang dan menjadi salah satu bahasa gambar yang mampu mewakili berbagai bentuk komunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya bentuk-bentuk simbol ini banyak dipergunakan dalam perancangan logo dalam upayanya agar mudah diingat dan mempunyai daya komunikasi yang baik.

2. BENTUK
Pengertian bentuk menurut Leksikon Grafika adalah macam rupa atau wujud sesuatu, seperti bundar elips, bulat segi empat dan lain sebagainya. Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa bentuk merupakan wujud rupa sesuatu, biasa berupa segi empat, segi tiga, bundar, elip dsb. Pada proses perancangan logo, bentuk menempati posisi yang tidak kalah penting dibanding elemen-elemen lainnya, mengingat bentuk-bentuk geometris biasa merupakan simbol yang membawa nilai emosional tertentu. Hal tersebut biasa dipahami, karena pada bentuk atau rupa mempunyai muatan kesan yang kasat mata. Seperti yang diungkapkan Plato, bahwa rupa atau bentuk merupakan bahasa dunia yang tidak dirintangi oleh perbedaan-perbedaan seperti terdapat dalam bahasa kata-kata. Namun teori Plato tersebut tidaklah mesti berlaku semestinya. Ada aspek lain yang mengakibatkan bahasa bentuk tidak selalu efektif. Seperti penerapan bentuk-bentuk internasional dengan target sasaran tradisional atau sebaliknya. Dengan kata lain, bila target sasaran tidak terbiasa dengan bahasa kasat mata tradisional, pergunakan bahasa kasat mata internasional demikian pula sebaliknya.
Sebagai contoh adalah bila kita merancang logo armada angkatan bersenjata republik Tanzania misalnya, kurang lazim bila kita memilih bentuk keris atau mandau sebagai elemen penunjang dalam logo tersebut, karena bentuk keris dan mandau kurang atau bahkan tidak dikenal oleh rakyat Tanzania.
Dari contoh diatas, kemudian muncul teori tentang frame of reference (kerangka referensi) dan field of reference (lapangan pengalaman) yang menjelaskan bahwa penerimaaan suatu bentuk pesan, dipengaruhi oleh beberapa aspek yakni panca indra, pikiran serta ingatan. Jadi seperti contoh masalah diatas, bentuk logo tersebut akan lebih efektif dan komunikatif bila ditujukan pada angkatan bersenjata Republik Indonesia, dan tidak dengan Republik Dominika karena mereka tidak memiliki frame of reference dan field of reference tentang keris atau mandau dalam ingatan mereka.
Berikut kami sajikan beberapa contoh bentuk dan asosiasi yang ditimbulkannya berdasarkan buku Handbook of Design & Devices tulisan Clarence P. Hornung.
1. Segitiga, merupakan lambang dari konsep Trinitas. Sebuah konsep religius yang mendasarkan pada tiga unsur alam semesta, yaitu Tuhan, manusia dan alam. Selain itu segitiga merupakan perwujudan dari konsep keluarga yakni ayah, ibu dan anak. Dalam dunia metafisika segitiga merupakan lambing dari raga, pikran dan jiwa. Sedangkan pada kebudayaan Mesir, segitiga digunakan sebagai simbol feminitas dan dalam huruf Hieroglyps segitiga menggambarkan bulan.
2. Yin Yang, merupakan bentuk yang termasuk dalam jenis Monad, yakni bentuk yang terdiri dari figure geometris bulat yang terbagi oleh dua bentuk bersinggungan dengan masing-masing titik pusat yang berhadapan. Di China bentuk seperti ini disebut Yin Yang, di Jeapng disebut Futatsu Tomoe sedangkan orang Korea menyebutnya Tah Gook. Yin Yang merupakan gambaran dua prinsip alam, Yang melambangkan kecerahan � Yin melambangkan kegelapan, Yang melambangkan nirwana � Yin melambangkan dunia, Yang sebagai matahari � Yin sebagai bulan, Yang memiliki posisi aktif, maskulin � Yin pasif, feminin. Kesemuanya itu melambangkan prinsip dasar kehidupan, yakni keseimbangan.

3. WARNA
Pemahaman tentang warna dibagi dalam dua bagian berdasarkan sifat warna antara lain sebagai berikut :
1. Warna menurut ilmu Fisika.
Adalah sifat cahaya yang bergantung dari panjang gelombang yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan semua panjang gelombang terlihat putih, benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam. Dispersi terjadi apabila sinar matahari melalui prisma kaca yang berbentuk spektrum dan kecepatan menjalarnya tergantung pada panjang gelombangnya. Warna utama dari cahaya atau spektrum adalah biru, kuning dan merah dengan kombinasi-kombinasi yang dapat membentuk segala warna.

2. Warna menurut ilmu Bahan.
Adalah sembarang zat tertentu yang memberikan warna. Pigmen memberikan warna pada tumbuh-tumbuhan, hewan, juga pada cat, plastik dan barang produksi lainnya kecuali pada tekstil yang menggunakan istilah zat celup untuk mewarnainya. Suatu pigmen berwarna khas karena menghisap beberapa panjang gelombang sinar dan memantulkan yang lain. Pigmen banyak digunakan dalam industri, misalnya plastik, tinta karet dan lenolum.
Sebagai bagian dari elemen logo, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari logo tersebut. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss, bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat.
Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb: Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda.
Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Berikut kami sajikan potensi karakter warna yang mampu memberikan kesan pada seseorang sbb :
a. Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi).
b. Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesulitan dsb.
c. Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.
d. Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup).
e. Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu.
f. Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu (dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan.
g. Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru.
Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :
1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.
2. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
3. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.
Selain Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System.
Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika.

4. TIPOGRAFI
Pengertian tipografi menurut buku Manuale Typographicum adalah :
Typography can defined a art of selected right type printing in accordance with specific purpose ; of so arranging the letter, distributing the space and controlling the type as to aid maximum the reader’s.
Dari pengertian diatas, memberikan penjelasan bahwa tipografi merupakan seni memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan khusus, sehingga akan menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.
Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, huruf tak pernah lepas dari kehidupan keseharian. Hampir setiap bangsa di dunia menggunakannya sebagai sarana komunikasi. Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglyphe pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad ke-8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi. Perkembangan tipgrafi saat ini mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan (hand drawn) hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.
Berikut kami sajikan beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig, antara lain sbb :
1. Roman
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.
2. Egyptian
Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokh, kuat, kekar dan stabil.
3. Sans Serif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
4. Script
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.
5. Miscellaneous
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
Dalam pemilihan jenis huruf, yang senantiasa harus diperhatikan adalah karakter produk yang akan ditonjolkan dan juga karakter segmen pasarnya. Seperti misalnya pada produk minyak wangi untuk wanita jarang yang menggunakan jenis huruf Egyptian karena berkesan kuat dan keras dan biasanya mempergunakan jenis huruf Roman yang bernuansa klasik dan lembut sehingga cocok dengan karakter minyak wangi dan wanita.

Sumber : Murphy, John and Michael Rowe. How to Design Trademarks and Logos. Ohio : North Light Book, 1998.
(Indra Darmawan)

iseng-iseng.co.nr

Oleh: designgrafis | 20 November 2007

14 CSS e-Books 14本css电子图书

Richard York: CSS Instant Results (Programmer to Programmer)|Wrox|17 April, 2006|ISBN: 047175126X

http://rapidshare.de/files/29480959/047175126X.rar

Dave Shea, Molly E. Holzschlag: The Zen of CSS Design: Visual Enlightenment for the Web (Voices That Matter)|Peachpit Press|17 February, 2005|ISBN: 0321303474

http://rapidshare.de/files/29488904/0321303474.rar

gambar

Christopher Schmitt, Mark Trammell, Ethan Marcotte, Todd Dominey, Dunstan Orchard, Jeffrey Zeldman, Todd Dominey: Professional CSS: Cascading Style Sheets
for Web Design|Wrox|29 July, 2005|ISBN: 0764588338

http://rapidshare.de/files/29485420/0764588338.rar

Joseph W. Lowery: CSS Hacks and Filters: Making Cascading Stylesheets Work|John Wiley & Sons|10 June, 2005|ISBN: 0764579851

http://rapidshare.de/files/29486144/0764579851.rar

Molly E. Holzschlag: Spring Into HTML and CSS (Spring Into)|Addison-Wesley Professional|22 April, 2005|ISBN: 0131855867

http://rapidshare.de/files/29486593/0131855867.rar

Virginia Debolt: Integrated HTML and CSS: A Smarter, Faster Way to Learn|Sybex|21 January, 2005|ISBN: 0782143784

http://rapidshare.de/files/29487128/0782143784.rar

Dave Taylor: Creating Cool Web Sites with HTML, XHTML, and CSS|Wiley|07 May, 2004|ISBN: 0764557386

http://rapidshare.de/files/29487593/0764557386.rar

Charles Wyke-Smith: Stylin’ with CSS: A Designer’s Guide|New Riders Press|26 April, 2005|ISBN: 0321305256

http://rapidshare.de/files/29488103/0321305256.rar

Dan Cederholm: Bulletproof Web Design: Improving flexibility and protecting against worst-case scenarios with XHTML and CSS|New Riders Press|28 July, 2005|ISBN:
0321346939

http://rapidshare.de/files/29488569/0321346939.rar

Andy Budd, Simon Collison, Cameron Moll: CSS Mastery: Advanced Web Standards Solutions (Solutions)|friends of ED|13 February, 2006|ISBN: 1590596145

http://rapidshare.de/files/29583145/1590596145.rar

Daniel Shafer: HTML Utopia: Designing Without Tables Using CSS (Build Your Own)|SitePoint Pty Ltd|01 May, 2003|ISBN: 0957921829

http://rapidshare.de/files/29587240/0957921829.rar

Richard Mansfield: CSS Web Design For Dummies (For Dummies (Computer/Tech))|For Dummies|18 March, 2005|ISBN: 0764584251

http://rapidshare.de/files/29587658/0764584251.rar

Eric A. Meyer: Cascading Style Sheets: The Definitive Guide, 2nd Edition|O’Reilly Media|01 January, 2004|ISBN: 0596005253

http://rapidshare.de/files/29587800/0596005253.rar

Christopher Schmitt, Dan Cederholm: CSS Cookbook|O’Reilly Media|August, 2004|ISBN: 0596005768

http://rapidshare.de/files/29587935/0596005768.rar

Password:ebooksdigest.blogspot.com

Oleh: designgrafis | 18 November 2007

Amazing ball!

tak banyak untuk dibicarakan akan tetapi inilah kreatifitas, menembus “kotak” bola

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.